Ronald Tannur Kini Dikenakan Pasal Pembunuhan, Terancam 15 Tahun Penjara

Ronald_Tannur_Kini_Dikenakan_Pasal_Pembunuhan,_Terancam_15_Tahun_Penjara

MACANBOLA.NEWS – Gregorius Ronald Tannur (31 tahun) dikenakan Pasal 338 KUHP yang mengatur tindakan pembunuhan. Dengan begitu, ia terancam hukuman 15 tahun penjara.

Ronald merupakan anak Anggota DPR RI fraksi PKB, Edward Tannur, yang kini ditahan lantaran membunuh pacarnya sendiri, Dini Sera Afrianti (29).

Read More

Penerapan Pasal 338 KUHP itu berdasarkan gelar perkara Tim Reskrim Polresta Surabaya bersama ahli pidana, ahli kedokteran forensik, dan ahli dari komputer forensik pada Selasa malam (10/10).

“Dari hasil gelar perkara tersebut disimpulkan adanya keyakinan penyidik tentang adanya peristiwa tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain dan/atau penganiayaan, sehingga disepakati terhadap GR kami terapkan pasal 338 KUHP subsider 351 Ayat 3 KUHP,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono, kepada wartawan, Rabu (11/10).

Sebelumnya, Ronald hanya dikenakan Pasal 351 KUHP subsider Pasal 359 KUHP.

Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

– Pasal 338 KUHP

(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

(3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

(4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.

(5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.

– Pasal 351 KUHP

Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

Baca Juga :   Patung Merlion Singapura Ditutup Sampai Desember, Turis Nggak Bisa Foto Dulu

Ronald memukul, menendang, menghantamkan botol minuman beralkohol Tequila kepada Dini Rabu dini hari (4/10).

Ronald bahkan sempat merekam tubuh Dini yang tergeletak di basement parkiran. Saat itu, ia mengajak Dini ke tempat karaoke Blackhole KTV.

“Fakta baru, bahwa ada tindakan kekerasan di dalam lift, kemudian di basement ada si pelaku melihat korban berada di sisi kendaraan yang sedang duduk, mengajak masuk ke dalam kemudi kendaraan mengajak korban pulang, namun tidak ada kata awas dari pelaku,” ujar Hendro.

Selain itu, kata Hendro, Ronald juga terbukti melindas sebagian tubuh korban saat menjalankan mobilnya.

“Yang mana kemungkinan kalau dia gerakkan kendaraan dapat melukai korban,” kata Hendro.

Sumber : Kumparan

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *