Cerita Pria Beli Kapal Pesiar Online Seharga Rp 18,5 M, Ternyata Bekas PD II

Cerita Pria Beli Kapal Pesiar Online Seharga Rp 18,5 M, Ternyata Bekas PD II
Sumber Gambar : Kumparan

MACANBOLA.NEWS – Tas atau sepatu hingga jaket mungkin jadi salah satu benda yang biasa dibeli traveler secara online. Namun berbeda dengan traveler kebanyakan, seorang pria asal Amerika Serikat (AS) bernama Chris Willson ini justru membeli kapal persiar secara online. Seperti apa ceritanya?

Ya, bukan gurauan, Willson membeli kapal pesiar tersebut di situs Craiglist, setelah kapal pesiar tersebut dijual pada tahun 2008 lalu. Kapal pesiar bernama Faithfull itu ditawari dengan harga 1,2 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 18,5 miliar. Wow!

Read More

“Saya berpura-pura menjadi calon pembeli, dan pemiliknya, yang merupakan penyelamat kapal, mengizinkan saya naik ke kapal. Setelah melakukan tur virtual, saya pulang ke rumah karena penasaran dengan sejarah kapal tersebut tetapi tidak menemukan apa pun tentangnya,” kata Willson kepada Insider .

Willson menghabiskan waktu berhari-hari untuk meneliti sejarah kapal tersebut hingga dia menemukan foto yang tampak persis seperti kapal tersebut.

“Saya memeriksa lebih dari ratusan gambar kapal laut kuno, dan melakukan banyak pencocokan dan referensi silang terhadap tampilan kapal sebelum saya menemukan kecocokan,” kata Willson.

Setelah menelitinya lebih lanjut, Willson akhirnya menemukan keunikan dari kapal tersebut. Menurut dia, kapal tersebut memiliki lima tingkatan yang berbeda.

“Layout paling spektakuler dari hampir semua kapal yang pernah saya lihat,” ungkap Willson.

Kapal Penumpang Pertama saat PD II

Enggak hanya itu, ia juga menemukan fakta menarik bahwa kapal itu dulunya adalah kapal yang bernama Wappen von Hamburg. Kapal tersebut adalah kapal penumpang pertama yang keluar dari Jerman setelah Perang Dunia II.

Baca Juga :   Saliba Kirim Peringatan ke Man City

Kapal tersebut dibangun pada tahun 1995 di di galangan kapal Blohm dan Voss di Hamburg, Jerman.

Willson akhirnya memutuskan untuk membeli karena nilai sejarah dari kapal tersebut.

Ia pun akhirnya melakukan negosiasi ke penjual untuk meminta diskon atau potongan harga dari kapal tersebut. Meski begitu, tidak diungkapkan ke publik berapa harga pastinya ia membeli kapal tersebut.

Usai berganti kepemilikan, kapal tersebut kemudian ia namai dengan Aurora.

Hal itu juga dikonfirmasi oleh perusahaan galangan kapal asal Jerman, Blohm+Voss yang membuat kapal tersebut.

“Aurora dan Wappen von Hamburg adalah dua kapal yang sama,” ungkap keterangan resmi pihak perusahaan.

Restorasi Kapal

Aurora sendiri adalah kapal pesiar sepanjang 293 kaki atau 89,3 meter yang memiliki tiga dek serta 85 kabin bertipe suite dengan kamar mandi. Kapal tersebut juga dilengkapi dengan ruang makan, salon, hingga kolam renang outdoor.

Meski fasilitasnya dibilang mumpuni, Willson mengatakan bahwa ada banyak masalah teknis ketika membeli kapal itu. Tak hanya itu, kapal tersebut juga penuh dengan kotak kardus, kursi tua, dan kasur.

“Beberapa di antaranya merupakan barang yang bisa digunakan, tetapi sebagian besar merupakan sampah yang harus kami buang,” kata Willson dalam salah satu video YouTube-nya.

Kayu di geladak telah hancur total karena kelembapan, kata Willson. Dia harus menyingkirkan semua kayu busuk dan karat sebelum dia dapat memulai proses restorasi.

Pada tahun 2015, Willson membuat halaman Facebook bernama Aurora Project Restoration. Orang-orang mulai berbagi lebih banyak informasi tentang kapal tersebut.

Restorasi kapalnya itu pun mendapat apresiasi dari para netizen di media sosial. Banyak yang menyebut kapal Aurora miliknya mirip dengan kapal-kapal lain yang ada di film.

Baca Juga :   Kereta Api Berkecepatan Tinggi di Atas Air Pertama di China Resmi Diluncurkan

Tak hanya itu, ada juga pengguna Facebook yang membagikan brosur perjalanan lama kapal pesiar tersebut. Dari tahun 1972 hingga 1977, kapal tersebut diberi nama Xanadu, dan terkenal dengan pelayarannya mengelilingi Alaska dan Amerika Utara, menurut East Bay Times.

Willson mengatakan dia menghabiskan 10 jam sehari setiap hari untuk memulihkan Aurora.

Proses perbaikan telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada bulan Desember, ia meluncurkan saluran YouTube bernama “Proyek Restorasi Aurora”, yang telah membantu meningkatkan profil proyeknya.

Channel YouTube tersebut mendokumentasikan proses restorasi kapal pesiar yang sedang berlangsung. Channel ini memiliki beberapa video yang telah mengumpulkan total 2,4 juta penayangan dan lebih dari 77.000 pelanggan.

Ingin Diubah Jadi Museum

15 tahun berlalu, Willson mengatakan bahwa ia masih berkutat dengan renovasi kapalnya tersebut. Setelah membelinya, Willson memindahkan kapalnya ke kota sungai Rio Vista di California.

Seperti dikutip CNN Travel, Willson mengatakan bahwa ini adalah proyek restorasi yang panjang.

“Saya pikir ini akan menjadi proyek yang panjang. Skalanya sangat besar. Hampir sama dengan membangun kembali 15 rumah sendirian,” ungkapnya.

Tahun lalu, Willson mengatakan bahwa proses renovasi kapalnya telah berjalan lebih dari 40 persen. Kepada Insider, ia mengaku telah menghabiskan sekitar 1 juta dolar AS (Rp 15,5 miliar) untuk memperbaiki kapal tersebut.

Willson juga membuka pengumpulan dana untuk membantunya merenovasi kapal tersebut. Dia mengungkapkan tujuannya adalah mengumpulkan 3 juta dolar AS untuk merenovasi kapal tersebut menjadi museum di tepi pantai.

“Setelah kamu menyelesaikan salah satu ujung kapal, kamu harus memulai dari awal lagi saat mencapai ujung yang lain. Bahkan sebuah kapal baru memerlukan perawatan segera,” pungkas Willson.

Baca Juga :   KAI Jamin Keamanan Data Penumpang pada Layanan Face Recognition di Stasiun

 

Sumber : Kumparan

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *