Bakal Jadi Smart City, Begini Gambaran Pembangunan di IKN

Bakal_Jadi_Smart_City,_Begini_Gambaran_Pembangunan_di_IKN

MACANBOLA.NEWS – Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara memastikan pembangunan IKN telah mencapai kemajuan dalam dua aspek krusial, yaitu transformasi digital dan keberlanjutan lingkungan.

Deputi Teknologi Hijau dan Digital Badan Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi, mengatakan pembangunan itu mengadopsi Smart Building Guideline dan Smart City Blueprint sebagai landasannya.

Read More

Badan Otorita telah mengambil langkah-langkah penting dalam menggabungkan teknologi canggih dan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam perencanaan dan pembangunan kota dengan komposisi 6 sektor domain, dengan 21 sub domain, dan 67 layanan publik memanfaatkan teknologi digital, mulai dari sistem pemerintahan, transportasi dan mobilitas, kehidupan masyarakat, sumber daya alam dan energi terbarukan, SDM dan Industri, dan infrastruktur.

“Pembangunan infrastruktur aktif meliputi serat optic dan base transceiver station (BTS tower) maupun infrastruktur pasif yang terdiri dari Multi Utility Tunnel bawah tanah yang digunakan untuk menampung beragam jaringan utilitas seperti kabel serat optic, listrik, pipa air, dan sebagainya,” kata Ali dalam keterangan tertulis, Minggu (8/10).

Selain itu, disiapkan juga pembangunan solar farm kapasitas 50 MW serta pemasangan panel surya atap (solar rooftop) sebagai salah satu sumber energi terbarukan di tahun 2024.

Transportasi umum pada kawasan KIPP termasuk penyediaan layanan angkutan umum bus berbasis listrik beserta fasilitas pendukung halte/shelter dan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga masuk dalam rencana besar pembangunan IKN Nusantara. Tersedia juga fasilitas bagi pejalan kaki dan pesepeda di dalam wilayah KIPP 1A.

Baca Juga :   Bikin Iri! Segini Gaji Fantastis Pegawai Restoran hingga Kaki Lima di Singapura

“Pembangunan sistem transportasi cerdas (intelligent transportation system) dengan memanfaatkan teknologi digital seperti pemasangan sensor Internet of Things (IoT), camera, serta penggunaan big data dan Artificial Intelligence (AI) dimulai di tahun 2024,” jelas dia.

Selain pembangunan fisik, program pemberdayaan masyarakat seperti coding mom, coding difabel, dan solar mom memberikan kesempatan kepada masyarakat setempat untuk aktif berpartisipasi dalam ekosistem teknologi dan energi terbarukan, tetapi juga menggambarkan komitmen terhadap inklusi sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

“Program Rumah Teknologi sebagai Proof of Concept (PoC) telah membuka jalan bagi pengembangan prototipe teknologi inovatif yang secara konkret menjawab kebutuhan kota yang lebih pintar dan ramah lingkungan,” tutur Ali.

Sumber : Kumparan

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *