5 Cara Memberikan ASI pada Bayi Prematur

5 Cara Memberikan ASI pada Bayi Prematur
Sumber Gambar : Kompas

MACANBOLA.NEWS – Pemberian air susu ibu (ASI) sangat penting bagi bayi prematur untuk mencegah penyakit atau meningkatkan imunitas, serta mendukung tumbuh kembangnya.

Namun, bayi prematur mungkin kesulitan menyusu secara langsung dari payudara ibunya karena memiliki refleks hisap yang belum optimal.

Read More

Bagaimana cara memberikan ASI pada bayi prematur?

Berikut beberapa cara memberikan pada bayi prematur yang orangtua perlu ketahui:

* Menyusui langsung atau direct breastfeeding

Dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi prematur yang dilahirkan di atas usia 34 minggu dengan berat badan 1800 gram atau lebih dapat langsung dicoba untuk direct breastfeeding atau menyusu langsung kepada ibu.

Menyusui secara langsung tidak hanya bermanfaat dalam memberikan nutrisi kepada si kecil, tetapi juga membangun bonding atau ikatan antara ibu dengan anak.

* Menggunakan botol susu

Bayi yang masih berada dalam perawatan intensif di ruangan NICU bisa mendapatkan ASI perah menggunakan botol susu. Ibu bayi atau tenaga kesehatan dapat memangku si kecil agar tidak kesulitan dalam mengisap dari botol.

* Menggunakan cangkir atau sendok

Bayi prematur yang lahir di bawah usia kandungan 34 minggu dan beratnya kurang dari 1800 gram dapat diberi ASI perah dengan sendok atau cangkir. IDAI merekomendasikan pemberiannya sebanyak 10-12 kali sehari.

* Dengan selang atau orogastric tube

Cara memberikan nya pada bayi prematur selanjutnya yaitu dengan selang atau orogastric tube. Selang tersebut dapat dimasukkan lewat hidung atau mulut.

Selang digunakan untuk memberikan ASI bayi prematur dengan berat lahir 1250-1500 gram atau yang dilahirkan pada usia kandungan 30-31 minggu. Bayi prematur tersebut biasanya belum memiliki refleks isap dan menelan.

Baca Juga :   Perjalanan Diet Saykoji dari 150 Kg ke 112 Kg, Ukuran Baju Berubah Drastis!

* Melalui infus

Bayi prematur dengan berat lahir kurang dari 1250 gram biasanya memerlukan perawatan intensif yang lebih lama karena penyakit atau kondisi tertentu.

Karena itu, ia tidak langsung diberikan cairan, melainkan mendapat nutrisi parenteral dari infus.

Setelah kondisinya membaik, bayi dapat diberikan trophic feeding untuk menstimulasi perkembangan saluran cerna si kecil.

Trophic feeding diberikan dengan jumlah 10-20 mL/kg/hari. Jika bayi sudah dapat menoleransi pemberian minum, maka jumlah minum dapat dinaikkan sambil menurunkan pemberian nutrisi parenteral.

Apa manfaat ASI bagi bayi prematur?

Air susu ibu adalah sumber nutrisi terbaik bagi bayi baru lahir baik yang dilahirkan cukup bulan (matur) maupun kurang bulan atau prematur.

ASI memberikan banyak keuntungan fisiologis maupun emosional. World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI secara eksklusif minimal selama usia 6 bulan pertama.

Bagi bayi prematur ASI berperang penting untuk membentuk sistem kekebalan tubuh agar tidak murah terserang virus atau bakteri penyebab penyakit.

ASI juga bermanfaat dalam menjaga sistem pencernaan bayi prematur. Hal itu karena mudah dicerna dan menghasilkan sedikit residu sehingga mencegah muntah, menurunkan risiko sepsis, dan meningitis.

Manfaat ASI bagi bayi prematur lainnya yaitu menambah berat badan dan menunjang perkembangan otak si kecil.

ASI adalah sumber nutrisi terbaik untuk bayi prematur. Oleh karena itu, orangtua sebaiknya perlu mengetahui cara memberikan pada bayi prematur. Ayah dan bunda juga dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak dan konselor laktasi jika memiliki kendala saat memberikan ASI kepada bayi prematur.

 

Sumber : Kompas 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *